PANDEGLANG.

Disebuah kampung yang terletak di kaki Gunung Karang Kabupaten Pandeglang terdapat satu pelaku usaha industri kreatif yang sejak dua tahun terakhir memproduksi jam tangan. Home industri ini cukup langka karena  memproduksi jam tangan yang berbahan dasar kayu. Kayunya pun berkualitas sebut saja jati, sonokeling, eboni, dan metal. Industri rumahan ini milik Rizki Febriani tepatnya di Kampung Ciekek Babakan Karaton RT 02 RW 12, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Di rumah produksi ada dua pegawai tengah sibuk memproduksi jam kayu dengan penuh ketekunan, ulet, dan teliti. Maklum, barang langka ini membutuhkan teknik dan skill khusus. Pemilik home industri Rizki Febriani menyatakan, awalnya usaha ini berjalan di Kota Bandung pada tahun 2011.

Akan tetapi, setelah suaminya Andre Saepulloh meninggal dunia, Rizki memutuskan memindahkan usaha tersebut ke Pandeglang. Dengan penuh ketekunan, Rizki dan beberapa pekerjanya melakukan produksi jam tangan. Hasilnya, karyanya berhasil menembus pasar dunia diantaranya Italia, Australia, Malaysia dan beberapa negara Asia. Di pasar domestik, jam tangan made in Pandeglang ini pun cukup digemari kaula muda karena stylish dan kuat. Jam tangan kayu ini resmi dilaunching sekaligus workshop perdana pada 22 Mei 2015 lalu yang bertepatan dengan 40 hari meninggal suaminya. “Launching saya lakukan sesuai cita-cita suami dan alhamdulillah berjalan baik. Karya kami juga sudah tersebar diseluruh Indonesia. Suami juga membekali kami dengan ilmu karena beliau seorang lulusan dari politeknik dan sering membuat desain mesin,” Rizki bercerita.

Rizki mengungkapkan, perusahaan jam kayu ini didirikan degan modal awal mencapai Rp 300 juta. Adapun jam tangan yang diproduksi dijual mulai harga Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta. “Kalau untuk omset perbulannya saya mendapatkan Rp 15 juta dan kadang juga lebih,” kata Rizki. Ditambahkannya, untuk produksi jam tangan kayu tersebut dipasarkan melalui sistem online dan peminatnya cukup banyak sehingga diharapkan bisa mengharumkan nama baik Pandeglang di kancah nasional maupun internasional. “Kalau untuk pesanan sendiri memang lumayan banyak dan yang menyukainya juga ke banyakan orang wisatawan manca negara,” jelasnya.

Menurut Rizki, pembuatan jam tangan kayu tersebut juga memang membutuhkan ketekunan agar hasil yang diinginkan sesuai dengan keinginan pembeli. Oleh sebab itu, pihaknya juga berharap kepada pemerintah untuk memberikan perhatian dan pembinaan kepada perusahaanya. “Awlanya saya hanya memproduksi jam tangan saja. Namun kini sudah memproduksi meja belajar, kaligrafi, lampu belajar, cermin, praktisi dan korek gas,” paparnya. Sementara itu, ayah Rziki Febriana yakni Rizki Muhdajat menurutkan akan terus mendukung anaknya agar usaha yang dirintis bisa maju dan berkembang karena sebagai orang tua pihaknya terus berusaha memberikan suport. “Alhamdulilah produksi jam tangan kayu yang dibuat anak saya berjalan lancar dan mendapatkan dukungan, apalagi ibu Bupati Pandeglang Irna Narulita juga sudah memakainya,” tandasnya. (**)