PANDEGLANG,- 

Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban meminta kepada para kepala desa di Kabupaten Pandeglang memasang pengumuman anggaran berupa baliho, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Hal ini dilakukan agar pengelolaan anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah transparan.

“Kami sudah mengintruksikan kepada semuadesa untuk memasang baliho besar berisi APBDes di depan kantor desa masing-masing. Penggunaan anggaran harus transparan, karena APBDes baik yang bersumber dari DD dan ADD serta lainnya harus diketahui masyarakat,” tegas Wabup.

Dijelaskannya, transparansi diperlukan untuk memberikan penjelasan terkait pembangunan yang akan dan sedang dilaksanakan oleh masing-masing desa. Dengan begitu masyarakat mengetahui secara keseluruhan penggunaan DD dan ADD. “Kalau masyarakat sudah mengetahui rencana pembangunan, maka bisa langsung terlibat untuk melakukan pengawasan agar program yang akan dilaksanakan bisa berjalan sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Jika pada tahun 2017 ini masih ada desa yang tidak memasang baliho penggunaan DD dan ADD tersebut, Tanto menyatakan tidak akan segan-segan memberikan teguran keras karena pihaknya menginginkan intruksi yang dilayangkannya tersebut dilaksanakan. “Pokonya harus dilaksanakan karena itu out put terhadap penilaian laporan pertanggung jawaban desa. Kalau masih ada desa yang tidak melaksanakan akan kami berikan surat peringatan,” terangnya.

Ditambahkannya,transparansi penggunaan anggaran juga untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan di semua desa sehingga dengan adanya baliho tersebut pengelolaan DD dan ADD bisa terbuka. “Saya juga berharap masyarakat desajuga bisa terlibat mengawasi jalannya roda pembangunan di wilayahnya,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Mahmud Ali mengatakan sangat mendukung kebijakan Pemkab dalam mendorong transparansi penggunaan dana bantuan desa melalui pemasangan papan informasi APBDes. DPMPD kata Mahmud Alid sudah menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan mengintruksikan kepada semua desa untuk memasang baliho APBDes tersebut. Bahkan, pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap penggunaan DD dan ADD yang ada dimasing-masing desa, agar kegiatan yang akan berjalan bisa lebih maksimal dan tepat sasaran. “Dalam pengawasan ini kami akan turun langsung ke lapangan melakukan monitoring, karena DD dan ADD ini selalu kami kawal,” paparnya. (**)