PANDEGLANG.-

Jumlah Penduduk yang besar dan berkualitas akan menjadi modal pembangunan. Tetapi sebaliknya, jika jumlah penduduk yang besar tapi tidak berkualitas akan menjadi beban pembangunan. Untuk itu pemerintah Kabupaten Pandeglang mencanangkan satu Kecamatan, Satu Kampung KB, karena kampung KB adalah program yang terintegrasi dengan seluruh Organisasi Peragkat Daerah (OPD) yang ditik beratkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya Ibu dan Anak. “Oleh karena itu, marilah kita bersama – sama bahu membahu, bekerjasama dan memberikan dukungan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan keluarga melalui kampung KB,”

hal itu disampaikan Pj Sekda Pandeglang Feri Hasanudin saat membuka acara pencanangan kampong KB di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Selasa 14 Maret 2017 lalu. Pj Sekda menjelaskan, tujuan dicanangkan Kampung KB adalah sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung melalui program kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Dan pembangunan sektor lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. “Dengan dicanangkannya kampung KB ini, kita harapkan program KKBPK dari OPD yang teerintegrasi dapat bersinergi, berkolaborasi, dan saling mendukung satu sama lainnya dalam mengisi berbagai kegiatan di kampung KB, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (P2KBP3A) Deden Kuswan mengatakan, pencanangan Kampung KB hari ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan kampung KB tingkat nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Bapak Joko Widodo. Pencanangan kampung KB tersebut dilakukan di Cirebon Jawa Barat tanggal 14 Januari 2016 lalu. “Dan pada tahun 2017, Kabupaten Pandeglang mencanangkan satu kampung KB di tiap kecamatan dan sudah kami lakukan di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan,” katanya.

Kepala Desa Banyu Biru Rumyatudin mengatakan, alasan ditetapakannya Kampung Bantar  Panjang, Desa Banyu Biru sebagai Kampung KB yaitu keikutsertaan masyarakat setempat dalam mengikuti program KB cukup rendah. Dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) 512 jiwa, Peserta KB hanya 362 akseptor atau kurang lebih 62,52 %. “Ini menunjukan angka yang sangat kecil sekali persentase nya. Mudah – mudahan dengan dicanangkannya menjadi kampung KB, kesadaran masyarakat kami akan lebih meningkat guna meningkatnya derajat kesehatan keluarga,” katanya.

Iswandi Kabid Pelatihan dan Pengembangan (latbang), perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga erencana (BKKB) Provinsi Banten mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten menetapkan satu Desa, satu kampung KB. Dan penentuan kampung KB berdasarkan kriteria wilayah miskin terpencil, dan KB akseptornya nya sedikit.

“Pencanangan ini Ini membuktikan Pemerintah Daerah Pandeglang telah serius berupaya untuk mensejahterakan masyarakatnya. Dan kami mohon dukungan dari Pemerintah Daerah Pandeglang, untuk mendorong OPD lainnya agar besinergi saling mendukung pencanangan kampung KB yang ada di 35 Kecamatan ini,” katanya. Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Kependudukan TB Saprudin, Staf Ahli Bupati Agus Sumardani, dan Camat Labuan Ubaedilah. (**)