PANDEGLANG.- Pemerintah Kabupaten Pandeglang fokus untuk segera keluar dari status kabupaten tertinggal. Status ketertinggalan Pandeglang ini berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2015. Keseriusan Pemkab Pandeglang lepas dari daerah tertinggal ini tidak saja memfokuskan pembangunan dan program untuk desa namun upaya persuasif dengan inten berkoordinasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pun dilakukan Bupati Pandeglang seperti yang sudah dilakukan Selasa 21 Februari 2017 lalu.
Kunjungan dan koordinasi dengan Menteri Desa PDTT yang dilakukan langsung oleh Bupati Hj Irna Narulita bersama sejumlah kepala SKPD di lingkup Pemkab Pandeglang. Dalam pertemuan dengan Menteri, Bupati menyampaikan beberapa ajuan program dalam pengentasan desa tertinggal. Diharapkan ajuan program itu mendapatkan dukungan langsung dari pihak kementerian dengan maksud agar Pandeglang dapat segera melepaskan predikat daerah tertinggal. “Kami ucapkan terimakasih dengan sambutan yang baik dari Pak Menteri.
Banyak sekali program dan bantuan yang sudah diberikan dari Kemendes untuk Kabupaten Pandeglang. Kami juga berharap proyek nasional yang ada di Pandeglang mendapat dukungan dari Kemendes, agar dapat berjalan dengan baik,” kata bupati. Khusus untuk mendukung proyek strategis nasional yang ada di Pandeglang, Bupati berharap semua desa di Kabupaten Pandeglang segera menghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya di daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
“Kami juga menyampaikan ke Menteri banyak sekali produk lokal di Kabupaten Pandeglang yang saat ini sudah dikembangkan dan ditekuni pelaku usaha mulai dari kerajinan tangan hingga olahan makanan. Produk lokal Pandeglang itu diharapkan bisa dikemas lebih baik lagi menjadi produk unggulan di Pandeglang dan nantinya menjadi buah tangan untuk para pengunjung ke lokasi wiasata yang ada di Pandeglang,” jelasnya.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, memang banyak sekali program yang sudah dibuat oleh pihak kementerian, salah satunya pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Kami akan membuat model atau percontohan untuk BUMDes di empat provinsi diantaranya Jawa Timur dan Jawa tengah. Untuk Banten di arahkan ke Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Selain untuk program BUMDes, Menteri Eko Sandjojo juga siap untuk mempasilitasi Kabupaten Pandeglang untuk dapat lari dari kategori Daerah tertinggal. “Selain di Kemendes, banyak program dari kementrian lainya untuk mendukung Kabupaten Pandeglang menjadi Kabupaten yang maju, misalnya Kementerian PUPR, dan ESDM. Tinggal ditetapkan lokus pelaksanaan program, nanti kami akan fasilitasi untuk dapat menyampaikan program yang sudah di buat,” tambahnya.
Dalam kunjungan ke Menteri Desa PDTT ini bupati datang bersama Asda Administrasi dan Umum Olis Solihin, Kepala Dikomsantik Yahya Gunawan Kasbin, Kepala Bappeda Kurnia Satriawan, Kepala Dinas Perumahan, dan Kawasan, Pemukiman, dan Pertanahan Sarif Hidayat, Kepala Dishub Tata Nanzar Riadi, Kadis Pertanian Wowon Dirman, Kadis Pemuda dan Olah Raga Mohamad Amri, dan Kadis PUPR Anwari Husnira, dan Sekretaris DPMPD Mahmud Ali.
Usai pertemuan dengan bupat dan jajarannya ini, Menteri pun berkesempatan mecicipi beberapa jenis makan khas Pandeglang yaitu baso ikan dan nuget ikan, hasil olahan dari kelompok pengolahan dan pemasaran binaan Kemendes PDTT. (**)